Purwakarta kota sejuta Wisata
Ada yang tau nggak nih tentang Tebing Boyer ini ??
Akhir-akhir ini, tebing boyer banyak diperbincangkan media massa lhoo. Karena bagusnya pemandangan dan sejuknya udara serta sangat cocok untuk wisatawan yang suka berfoto dan ber-selfie ria. Tebing ini ada di desa Tajur Sindang, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Jawa Barat yaitu lebih tepatnya berada di tepi waduk Jatiluhur. Tebing ini dulunya dipercaya masyarakat merupakan tempat penghancur atau penggilingan batu andesit yang digunakan untuk membangun Waduk Jatiluhur.Waduk Jatiluhur diperkirakan dibangun pada tahun 1957.
Karena lokasinya yang berada di perbukitan, Tebing Boyer menyuguhkan pemandangan alam yang mampu memanjakan mata dan merefresh kembali pikiran. Banyak pepohonan hijau di sekelilingnya. Selain itu, Tebing Boyer ini mengandung nilai sejarah yang tentu menambah rasa keingintahuan masyarakat.
Tebing ini berjarak dua kilometer dari kantor desa Tajur Sindang. Sedangkan untuk mencapai puncaknya, para wisatawan harus menempuh jarak 1,5 kilometer dengan keadaan jalan tanah dan batu serta jalan sempit dan berkelok-kelok. Jalan ini bisa diakses menggunakan sepeda motor dengan syarat yang membawa motor haruslah orang yang sudah benar-benar ahli, karena harus melewati jalan yang berbahaya. Akses paling aman adalah dengan berjalan kaki. Selain bisa berolahraga yang pasti menyehatkan badan, dengan berjalan, wisatawan akan lebih leluasa menikmati pemandangan sekitar dan mengabadikannya dengan berfoto.
Hingga saat ini, Tebung Boyer ini masih dikelola oleh pemuda karang taruna desa Tajur Sindang. Karena objek wisata ini tergolong masih baru, jadi fasilitas di sekitar masih seadanya seiring dengan adanya perbaikan-perbaikan di sekeliling lokasi wisata.
WADUK JATILUHUR
Pembangunan Waduk Jatiluhur sangat erat kaitannya dengan Tebing Boyer. Pasalnya Tebing Boyer merupakan tempat penghancuran batu andesit untuk membangun Waduk Jatiluhur dan Tebing ini konon katanya juga sebagai tempat istirahat para pekerja. Waduk Jatiluhur dibangun membendung sungai Citarum dengan luas daerah aliran luas daerah aliran sungai seluas 4.500 kilometer persegi. Selama pembangunan waduk, terjadi genangan yang menenggelamkan 14 desa dengan jumlah penduduk sebanyak 5.002 jiwa. Penduduk tersebut akhirnya dipindahkan ke sekitar bendungan dan sebagian ada yang dipindahkan ke kabupaten Karawang. Waduk Jatiluhur ini dibangun mulai tahun 1957 dan diresmikan pertama kali oleh Presiden Ir. Soekarno pada tanggal 26 Agustus 1967.
Waduk Jatiluhur ini merupakan salah satu sumber Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di daerah Jawa Barat. Waduk Jatiluhur juga menyediakan air irigasi untuk mengairi tanah persawahan di sekitarnya. Selain itu, Waduk Jatiluhur juga menjadi salah satu kawasan rekreasi yang eksotis nan indah. waduk yang dinamai waduk Ir. Juanda ini awalnya dibangun oleh kontraktor asal Perancis, Compagnie Francaise d'entreprise. Sampai saat ini, Waduk Jatiluhut ini menjadi waduk terbesar di Indonesia. dan di perairan waduk Jatiluhur ini juga terdapat budidaya ikan keramba jaring apung yang menjadi daya tarik tersendiri.
AQIQAH PURWAKARTA
Selain wisata yang eksotis berupa tebing boyer dan waduk Jatiluhur, di Purwakarta juga ada yang baru nih,, yakni Aqiqah Purwakarta. Aqiqah Purwakarta merupakan salah satu cabang aqiqah Nurul Hayat yang menyediakan paket aqiqah siap saji. Harga paket aqiqah di Nurul Hayat Purwakarta ini sangat terjangkau lo. Dengan aqiqah ini, temen-temen bisa berbagi dengan anak yatim, dhuafa juga bisa di buat acara tasyakuran di rumah. Setelah jalan-jalan mengelilingi wisata tebing boyer dan waduk Jatiluhur, jangan lupa mampir ke Aqiqah Purwakarta ya. Dijamin rasanya mantul, paketnya lengkap dan staff nya pun sangat ramah. Nurul Hayat sudah menjadi aqiqah terbaik nomor 1 se-Indonesia dan menjadi pelopor aqiqah aqiqah siap saji. Untuk status halal dan higienisnya sudah terjamin kok, ada sertifikat halal MUI dan sertifikat ISO-9001 2008 untuk masalah kebersihan produk dan tempat usaha. Aqiqah Nurul Hayat sudah menjadi langganan aqiqahnya para artis lo, ada kak Arie Untung, Pasha Ungu, dan masih banyak lagi.


